Uncategorized

Kocak! Kisah Viral Penipu yang Kesal Usai Ditipu Balik Calon Korbannya

Kocak! Kisah Viral Penipu yang Kesal Usai Ditipu Balik Calon Korbannya

Ilustrasi | Kumparan.com

Belum uzur viral sebuah cuplikan berdurasi seputar 1 menit 23 ketika perihal pengetahuan senda-gurau banyolan yang dibagikan di halaman Twitter mulai perampas akun @satyaapermana.

Dirinya terbongkar tanggung sebagai korban penipuan lewat teori tuntut tanda OTP.

Penipu yang tekuk lutut mulai Gojek Indonesia tersebut mendengungkan jika  Satya Permana menangkap voucher Gopay Rp. 1 Juta.

�Td sore dapet telpon ngakunya mulai @gojekindonesia rupanya aku dpt gopay 1 juta. Syaratnya nyebutin OTP yg dikirim melalui SMA,� cuit Satya.

Namun pegangan pengelabuan tersebut perlu berkelebat memintas mulus.

Penipu itu menunduk pada Satya tengah Satya bertalu-talu memendekkan OTP yang salah.

Penipu itu kemudian matiin telpon.

Saat iseng, Satya membuktikan telpon kembali melalui sok-sok menuntut uang sebanyak Rp 1 juta tersebut.

Satya kalau-kalau menemukan perlawanan yang mesti diduganya.

�Ini aku pengelabuan pak. tak ada cashback Rp 1 juta itu, hanyalah ditipu melulu bapak,� ucap si penipu.

�Lah kok nipu ngaku-ngaku, macam apa sih pak?� sambut Satya.

�Iya kamitua cuma siap berkenan ditipu saja, gagal ditipu bapak. Suah pak, jangan telpon-telpon lagi, saya pesulap ini,� jawab penipu  lagi.

Sebagaimana dikutip mulai beberapa alat angkut mainstream, Satya yakin soal tersebut.

Satya mengaku tersentak sedang pengecoh tersebut membenarkan respon demikian periode dihubunginya.

�Ternyata engkau malahan ngaku, itu mendalam di luar taksiran sih. Tidak nyangka saja,� ujar Satya  pada 28 Oktober 2019.

�Karena biasanya kalau si tukang sulap gamblang sama favorit penipunya, sang tukang sulap maki-maki targetnya. Lamun ini di luar dugaan bahkan berterima mengaku,� tambahan Satya.

Melalui postingannya di Twitter, Satya membeli takdirnya pengetahuan yang dibagikannya selaku pokok panduan buat masyarakat meluruskan teori pengelabuan lewat telpon.

Bahkan cuitan Satya di Twitter pribadinya pernah diretweet kian dari 15 ribu kali.

Sontak berbagai ragam sundulan warganet muncul intern rubrik komentar, batil satunya mulai akun Twitter @gojekindonesia.

�Hai kak Satya, harap selektif terhadap kepak luar telan nama Gojek Indonesia. Pastikan tdk meyodorkan simbol validasi terhadap siapapun yg meminta,� catat akun @gojekindonesia.

Ternyata warita Satya nyaris semacam via cerita Arini.

Dalam akun twitter pribadinya @arinihsnh meneka kisahnya penipuan gojek yang ditempuhnya terhadap Senin, 2 September 2019 lalu.

Ada juga yang dialami sama Arini ialah telingkah penipuan  perampokan identitas.

Ketika ia prasaja menempah GoRide membantah kantornya, kamu menangkap warisan ringkas semenjak orang seorang yang mengatasnamakan Gojek.

Lantas, engkau menerobos tuntunan mulai orang per orang tersebut serta berpengaruh kepada penipuan yang membuat dia kehilangan harta sebesar Rp 10 juta.

Dilansir semenjak laman kompas.com, untuk meminimalisir olak dipersetujui pengelabuan yang mengatasnamakan PT Gojek Indonesia, Superior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen menguak terkandung 7 firasat pengecoh yang umumnya mengintip pelanggan Gojek.

Berikut rinciannya:

1.  Menghubungi mulai koran handphone, lamun tekuk lutut dari perusahaan.

2.  Memiliki mode bicara yang bertele-tele.

3.  Menanyakan preskripsi arah kami korban, serupa kode pemeriksaan atau simbol rahasia/One Time Password (OTP).

4.  Penipu angkat tangan apabila kode verifikasi atau tanda trik nyasar ke karya korban.

5.  Pelaku atas memperingati umpan esoknya tertipu blokir ataupun putus Sejawat takdirnya perlu menyampaikan tanda rahasia/OTP.

6.  Mengiming-imingi badan atau suatu yang mampu meguntungkan korban.

7.  Mudah terpikat keki melalui tata laras bicara yang memaksa. Bakal kabar lengkapnya dapat mengontrol laman driver.go-jek.com.

Hendaknya kita berhati-hati dalam telan teknologi.

Sharing is caring!